Beranda

HUMAN REMIND, menyampaikan sebuah pesan dalam Musik!

Berawal dari ide Mike Ex Human Torture 2004 (Jakarta Brutal Death Grind) setelah Hijrah ke Cikampek dan vacum Beberapa Tahun. Dari 2006 Hingga 2010, mencoba kembali bereksistensi dalam bermusik. Maka dengan maksud memulai kembali berkarya di dunia musik Underground, terbentuklah Band HUMAN REMIND di Cikampek, Kabupaten Karawang. Yang dibantu oleh beberapa sahabat dari Cikampek Undergrounders.

Nama Band HUMAN REMIND sendiri mempunyai arti secara makna dasar untuk mengingat ulang kejadian Masa lampau dan menjadikan hal itu sebagai motivasi untuk menjadi lebih baik.

Pada awal berdirinya band ini, HUMAN REMIND Memainkan Musik Grindcore yang terinspirasi dari band-band Metal dan Punk dari dalam negeri maupun luar negeri.

Salah satu misi dari HUMAN REMIND adalah menyampaikan pesan melalui media musik. HUMAN REMIND Lineup aqal terinfluence Oleh: Napalm Death, Misery Index, Pig Destroyer, The Exploited, Suffocation, Dying Fetus. Fuck The Facts, Tengkorak, Pernicious Hate, dan masih banyak lagi lainnya.

HUMAN REMIND terbentuk pada pertengahan tahun 2010, dengan Lineup awal Mike (Guitar & Vocal) dan Andy Garcia (Drummer). Setelah perjalanan beberapa bulan, ditemukanlah dengan lineup ke-2, yaitu Kang Ider Zagat sebagai Vocal. Tepatnya 10 November 2011 HUMAN REMIND resmi berdiri. Alasan mengambil tanggal 10 November, yaitu untuk selalu mengenang jasa jasa para pahlawan di negeri tercinta ini.

Karena, kesibukan pekerjaan, maka Kang Ider resmi mengundurkan diri dan digantikan oleh Rendy Nanda Pratama pada konsep musik awal, HUMAN REMIND memainkan Death Grind dengan semampunya.

Salah aatu karya pertama HUMAN REMIND berrjudul “Hell Mouth” adalah salah aatu materi lagu awal yang direkam di awal tahun 2012. Di salah satu studio rekaman di Cikampek yang bernama STAY TRUE RECORD, Operatornya ialah Almarhum Mas Haris Subhan.

Lagu ini memiliki arti bahwa HUMAN REMIND “Renungkan diri anda sebelum anda berkomentar pada orang lain”. Dalam waktu singkat, setelah perjalanan band maka terciptalah 2 lagu lagi di lineup ke-3, yang berjudul “Chickscomefake Subdistrict Disorder” dan “Fenomena Kamuflase Kata”.

Ada juga beberapa lagu baru yang sudah di Rekam. Dan kini HUMAN REMIND sudah mencapai lineup ke-19. Dari awal band berdiri, mencoba memainkan konsep baru. Sekarang HUMAN REMIND memainkan gaya musik Grindcore dengan versinya sendiri, dengan wawasan yang dipelajari. Secara lirik, musik band ini bertemakan sosial dan pengalaman pribadi apa yang kita lihat secara nyata. Untuk referensi lirik dibuat apa yang dilihat dan rasakan.

Untuk link sosmed dan buat yang penasaran sama lagunya dari HUMAN REMIND, kawan-kawan bisa mampir ke link berikut ini:

Facebook: http://m.facebook.com/human.remind.grindcore

Instagram: https://www.instagram.com/humanremind_grindcore/

Youtube: https://www.youtube.com/channel/UC7GzqLMK8Vtt3Sl-nR4m5vw

Firecrackers, band yang melek terhadap isu Sosial!

Firecrackers yang bermaknakan petasan. Penggunaan nama Firecrackers diharapkan dapat membuat sebuah ledakan dari petasan kecil, hingga bisa merambat kemana-mana dan menjadi ledakan yang besar untuk menyuarakan apa yang menjadi keresahan dalam berkehidupan berbangsa dan bertanah air.

Agar negara dan bangsa ini tidak keluar dari rel cita-cita para pendiri bangsa, yang menjadikan bangsa ini berdaulat secara politik mandiri, secara ekonomi, berkepribadian secara kebudayaan, Sosio Demokrasi, Sosio Nasionalisme dan ketuhanan yang maha esa. Bila diperas menjadi “Eka Sila” yaitu gotong royong (Collective) dan itulah dasar bernegara dan berbangsa.

Lirik lagu Firecrackers sangat kental dengan isu-isu persatuan, anti terhadap Politik Neo Liberalisme. Karena mengingat konflik “SARA” sering menghantui persatuan, dan melihat ekonomi yang di bangun oleh pemeritah saat ini lebih diserahkan ke pihak investor, bahkan tak sungkan-sungkan langsung investor luar negeri yang mengelola sumber daya alam dan sumber daya manusia negeri ini. Itu sama saja kemerdekaan rakyat telah di rebut kembali oleh pihak Kapitalis dan Imperialis.

Firecrackers juga pernah terlibat kompilasi dan zine, diantaranya:
1. Made in Indonesia (Oi! Oi Music (Belanda))
2. World of Rebel (World Compilation)
3. Tamasya 2 (Magelang)
4. Red Warrior
5. Punk is Not Crime (jakarta)
6. Skinhead Indonesia Bootprint
7. Berdiri diatas Kaki Sendiri (Purwokerto)
8. Menentang Sampai Menang
9. Anasthasia Zine
10. Estirpe Rojinegra Zine (Chile)
11. Pita Kusut #1 (Perpus Musik Purwokerto)

Untuk album Firecrackers, baru mengeluarkan 1 Album yang berjudul Street Rock N Oi! yang digarap pada pertengahan Oktober 2018 dan di launchingkan pada tanggal 28 April 2019.

Firecracker terinfluence dari band-band se perti S.H.A.R.P (Skinhead Against Racial Prejudice) dan R.A.S.H(Red and Anarchist Skinhead).

Personil:
– Luqman (Vocal)
– Ade (Guitar)
– Aris/Kadir (Bass)
– Agung Sarkun (Drum)

Seputar karya-karya dari Firecrackers, kawan-kawan bisa mampir ke link berikut:

Yooutube: https://www.youtube.com/channel/UCMnZAmwHmwMvJnEBhcOw9Vg

Spotify: https://open.spotify.com/artist/2aK3l1vxYw162y41ZlGthL?si=UdPNAQfjQUWpTU_7sFksYg

Lewat Singlenya yang berjudul “Konfrontasi” Bebas Pukul hadirkan warna musik yang berbeda dari Album sebelumnya, sekaligus memperkenalkan 2 personil barunya

Bebas Pukul merupakan band asal Kota Bojonegoro, yang berdiri pada tahun 2014. Pada awalnya band ini beranggotakan 4 orang, antara lain Tendik (Gitar), Faisal (Bass), Dedy (Drum), dan Dimas (Vocal). Keempat pemuda ini memiliki selera musik yang sama, yaitu musik Metal.

Pada awalnya Bebas Pukul ini sering membawakan lagu-lagu dari Metallica. Tak bertahan lama, Dimas dan Dedi harus mengundurkan diri karena kesibukan masing-masing.

Disuatu event, Bebas Pukul dituntut untuk menciptakan lagu sendiri, hingga pada akhirnya lahirlah karyanya yang berjudul “Veins” dan “Death Whistle”.

Tersisa 2 orang personil yaitu, Tendik (Gitar) dan Faisal (Bass). Pada tahun 2017 Masuklah 3 personil baru yaitu, Affandi (Drum), Miftah (Vocal), dan Arif (Gitar).

Pada formasi ini, Bebas Pukul langsung mengerjakan satu album, latihan di studio, serta manggung ke berbagai kota, merupakan merupakan kegiatan yang sering dilakukan.

Hingga akhirnya tepat pada akhir tahun 2018, Bebas Pukul meluncurkan EP pertamanya yang bertajuk “Noise Vol 1”. EP ini sudah tersedia di seluruh Platform Digital. Dalam album ini terdapat beberapa lagu diantaranya: Intro, Veins, Death Whistle, Belenggu Kendali, Game Over, dan Noise Victim.

EP ini dikerjakan di Straight Music Studio, merupakan hal yang sangat berkesan pada waktu itu, karena disisi lain, para personilnya juga diselingi dengan kesibukan seperti kuliah dan mencari kerja, tapi tetap bisa membagi waktunya dengan Professional. Istilahnya “Waktu ngeband boleh, asalkan harus bisa bagi waktu antara kerja/kuliah”. Namun, formasi ini tidak bertahan lama, Miftah(Vocal), memutuskan untuk keluar setelah pengerjaan EP “Noise Vol 1”, setelah itu disusul oleh 2 orang personil lainnya yaitu Arif (Gitar) dan Affandi (Drum).

Faisal dan Tendik Percaya bahwa sebuah Album adalah catatan sejarah dari sebuah band semenjak band ini dibentuk pada tahun 2014 silam.

Ditahun 2020 ini ada penambahan personil Bebas Pukul yaitu Aldyra Yoga (Vocal) dan Refli (Drum). Lewat Single “Konfrontasi” ini merupakan langkah awal dalam proses pengerjaan Album Ke-2 nantinya.

Dari segi musikal, single “Konfrontasi” ini menyajikan sesuatu yang berbeda dari Album sebelumnya. Bebas Pukul terinspirasi dari band-band seperti Black Sabbath, Pantera, Lamb Of God, hingga Adrenaline Mob. Riff-riff gitar yang lebih Groovy begitu terasa pada lagu ini. Bebas Pukul banyak terinspirasi dari album-album Black Sabbath Vol. 1, dari segi lirik mengingatkan bahayanya Disinformasi dari media massa, sehingga mudah tergerak karena menelan mentah-mentah suatu informasi.

Seputar karya-karya dari Bebas Pukul, kawan-kawan bisa mampir ke link berikut:

Youtube: https://www.youtube.com/channel/UCiI1jy_eW0sGR9laSMiUTEQ

Bandcamp: https://bebaspukulofficial.bandcamp.com/

BRAIN OUT Hardcore!

BRAIN OUT, band yang masih seumur jagung. Kumpulan orang yang ingin menumpahkan jati diri mereka. Gabungan dari 3 band, antara lain: Hit Your Head, Trying Back dan Lidah Sembilan, hingga akhirnya terbentuk BRAIN OUT. Di pertengahan tahun 2019, dengan keinginan kembali menikmati musik Hardcore era 80-an, terciptalah EP berisikan 6 lagu, dengan tajuk “This is My Way”. BRAIN OUT juga pada tahun ini berencana merilis album pertamanya.

Formasi BRAIN OUT:
– Bogel (Gitar)
– Yasrrill (Gitar)
– Dje-B (Bass)
– Sammid (Drum)
– Nino (Vocal)

NECRA, wajah baru One Man dari Cicurug!

NECRA merupakan project one man asal Sukabumi yang di bentuk oleh Afrizal Yusran alias Zale/Carcass. Necra terifluence oleh Obituary dan Pantera.

Kata “NECRA” diambil dari bahasa Inggris “NECRO” yang berarti mayat. Alasan di bentuknya NECRA ini, untuk mengisi waktu pada saat pandemi, mencurahkan aspirasi Afrizal dengan balutan musik. Motivasi terbesarnya adalah pergerakan musik di daerahnya Cicurug, Sukabumi.

lagu ini di dedikasikan yang pertama untuk Afrizal sendiri, membuat suatu karya agar bisa di nikmati sendiri. Kedua untuk ibunya, beliau yang pertama memberi “Reaction” terhadap lagunya. berikutnya untuk seluruh teman-teman Cicurug Gerilya dan teman-teman Metalhead.

NECRA membuat sebuah Single berjudul “Tyrant Blasphemy”, lagu ini menceritakan tirani-tirani yang mendustakan janjinya sendiri, mereka malah membuat chaos dengan kekuasaan. didalam lagu ini Afrizal menggunakan lirik yang simple, bisa di bilang dadakan, karena hanya menulis dalam waktu 5 menit. dan juga lagu ini terinspirasi dari lagu Obituary yang berjudul “Slow Death”.

Twitter: https://twitter.com/yusrancarcass_
Facebook: https://www.facebook.com/afrizalyusran.r/
Instagram: https://instagram.com/yusrancarcass_?igshid=1q1j1ybm7dq6f

Forgeus, terlahirnya One Man Black Metal!

Forgeus merupakan One Man Black/Doom Metal asal Sukabumi yang di dirikan oleh Naufal Ramadhan (gitaris dari Rising The Sun). Forgeus membawakan tema kegelapan, suram, bunuh diri, dan alam.

Forgeus berhasil membuat dua buah EP, yaitu: Night Train Suicide dan Bumi Karesian. Merilis album tanpa basa-basi, dengan tekad yang bulat, Forgeus sekarang ini tengah menggarap LP pertamanya yang kemungkinan akan di rilis tahun depan, dengan permainan musik yang lebih cepat, gahar, dan scream tinggi.

Seputar sosmed dan karya-karya dari Forgeus, kawan-kawan bisa mampir ke link berikut:

Instagram: https://www.instagram.com/forgeus_
Facebook: https://www.facebook.com/forgeusband
Bandcamp: https://forgeus.bandcamp.com/
Youtube: https://www.youtube.com/channel/UCwCUrop4_pLSMjN2BBaUDaA,
https://www.youtube.com/channel/UCibHAuokyGZYeb6lMXXgiOg
Spotify: https://open.spotify.com/artist/1VswCMy6jflZR0Bvlb2ArY?si=nbziwvG7SUuomCMUd96E3Q

BACOT HC, 100% Melehoy!

BACOT merupakan sekumpulan orang-orang ganteng yang teraniaya oleh istri-istri dan pacar-pacarnya. Nama BACOT sendiri di ambil dari Kata “BACK OUT”, di karenakan personilnya yang selalu mengkonsumsi tempe, tahu dan kadang makan enak, itu kalau pergi ke hajatan orang dengan amplop ala kadarnya. Maka dari Itu, agar tidak susah mengucapkannya, para personil BACOT sepakat untuk menggunakan ejaan B-A-C- O-T.

Di bilang band, bukan band, di bilang band suka musik. Band yang terinspirasi dari 2 band dengan genre yang berbeda, Make is See (Metalcore) dan Katakusam (Hardcore). Yang dulu hanyalah band project dadakan untuk menghilangkan sumpek dengan suara cerewetnya istri dan pacar.

Berdiri tahun 2016 SM, itu Berdasarkan wangsit Mbah Jambrong. Pada tahun 2017, BACOT mengeluarkan Album pertamanya dengan judul “Serigala Nusantara”, yang di rilis oleh Kasakkusuk Records (Jakarta). Dalam Waktu 2 Jam CD ludes habis, karena takeran dengan tiket masuk launching album BACOT, walaupun sedikit tekor.

Pada Tahun 2018, BACOT sepakat Untuk merilis ulang Album “Serigala Nusantara” (Dalam bentuk rilisan Kaset Pita), yang di rilis oleh label ternama dunia akhirat Edelweiss Records (Jakarta) yang juga ludes hitungan bulan.

BACOT pada awalnya pada tahun 2020 menargetkan untuk melakukan Tour Album “Naluri Serigala”, yang akhirnya berantakan karena kehadiran Covid-19. Album yang telah di siapkan untuk tour pun gagal.

Dengan Semangat Yang Tersisa, album “Naluri Serigala” yang di rilis oleh label Tikoes Kecemploeng Prods (Cirebon) dalam bentuk CD, Perlahan habis juga, meskipun dalam kurun waktu yang lama.

Formasi BACOT:
– Toni Santoso Jr (Tukang Kendang)
– Roni Santoso Jr (Tukang Obat)
– Safari Nyap Mz (Tukang Las)
– Djoko Adiyanto (Tukang Kawin)

Seputar karya dari BACOT HC, kawan-kawan bisa mampir ke link berikut:

Youtube: https://www.youtube.com/channel/UCNI9jw8_OZVZqEtH6qrDLBg

The River, band Metal-Rock dengan kearifan lokal!

The River dibentuk pada tahun 2019, mengusung genre Metal-Rock dengan kearifan lokal. Formasi The River antara lain, Darma Swastika (Vocal), Aries Sandi (Guitar & Back Vocal), Whirie Zio (Lead Guitar), Malick Dull (Bass), Ryan Rante (Drum). Formasi ini masih bertahan hingga sekarang. Band ini terinspirasi band-band seperti Metallica, Megadeth, dan juga Sepultura.

The River merilis single nya pada tahun 2019 dengan judul “Rajah Pamunah”, yang menceritakan tentang kesenian Sunda yang sudah mulai terlupakan.

Seputar karya The River, kawan-kawan bisa mampir ke link berikut:

Youtube: https://youtu.be/PjZbyZdqy04

Rising The Sun, pembangkit matahari dari Timur!

Rising The Sun merupakan band beraliran Heavy dan Thrash Metal asal Sukabumi, yang didirikan oleh duo kakak-beradik Rafi dan Naufal. Sebelumnya band ini merupakan band trio yang berisikan Rafi (Bass & Vocal), Naufal (Guitar) dan Egi (Drum), yang memaikan musik-musik yang terinspirasi dari Sodom, Motorhead, Slayer, Megadeth dan lainnya.

Setelah beberapa saat, Rully masuk kedalam formasi sebagai Lead Guitar, akan tetapi formasi tersebut di rombak kembali menjadi Rafi (Vocal), Naufal (Guitar), Rully (Bass) dan Egi (Drum).

Dari formasi tersebut Rising The Sun berhasil melahirkan Single Demo nya yang berjudul “Panutan”, yang di rilis melalui Youtube dan Bandcamp. Lagu ini berisikan kritikan terhadap pemerintah, orang yang sok suci, dan orang yang gila akan sebuah pengakuan.

Setelah Single Demo tersebut di rilis, dalam pengerjaan EP Panutan, Rafi mengajak Farhan (Ex-Subliminal) untuk mengisi bagian Lead Guitar.

Seputar karya dari Rising The Sun, kawan-kawan bisa mampir ke link berikut:

Youtube: https://www.youtube.com/channel/UCREqLCj1i9yz-KHb2-inJVQ

Bandcamp: https://risingthesun.bandcamp.com/album/panutan-demo-2020

HONESTY, 23 Tahun konsisten dengan musik Hardcore!

Band ini terbentuk pada bulan Juli 1997, dengan personil Awal Herdian (Gitar), Nawier Kimunq (Bass), Farid (Drum), dan Alm. Heru (Vocal).

Pemahaman Straight Edge, menjadi konsep yang di pegang sejak lahirnya band ini, dan menjadi satu-satunya band Straight Edge yang semua personilnya Straight Edge di kota Malang. Bisa di bilang HONESTY merupakan pionir band Straight Edge di kota Malang.

Tahun 1998 Single “Our Pride” mengisi kompilasi Malang Hardcore dan Bali Hardcore.

Tahun 1999, album pertama dengan tajuk “Friendship Bullshit” dirilis.

Tahun 2017, Vocalis HONESTY Heru meninggal dunia, dan kemudian posisi di gantikan oleh Nawier kimunq.

Untuk menghormati Alm. Heru, HONESTY merilis Siingle nya yang berjudul “Straight Edge sampai mati” dan “Hey, God”.

Tahun 2018, album kedua “Dibatas Sadar” rilis, yang membuktikan 20 tahun HONESTY masih tetap berkarya sebagai salah satu band Malang City Hardcore.

Seputar karya HONESTY, kawan-kawan bisa mampir ke link berikut:

Youtube: https://youtu.be/jmf2VbfjApE